MABIT Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Karimun, Malam Penuh Iman dan Haru

Terkini 03 Oct 2026 14:40 • 4 min read • 86 views • By DNMEDIA PIAN
MABIT Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Karimun, Malam Penuh Iman dan Haru
MABIT Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Karimun, Malam Penuh Iman dan Haru

DNMEDIA.MY.ID DURAI KARIMUN – Suasana penuh kedamaian dan haru menyelimuti kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Karimun. Kegiatan yang diikuti para santri ini menjadi salah satu bagian dari pembinaan keagamaan untuk memperkuat iman, membentuk akhlak, serta menanamkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.(1/10/2026)

Kegiatan MABIT diawali dengan musyawarah bersama orang tua santri. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi antara pengelola Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Karimun, para pembimbing, dan orang tua dalam membahas perkembangan pendidikan serta pembinaan anak-anak santri.(3/10/2026)

Musyawarah tidak hanya membicarakan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah dalam mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta mampu menghormati dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Setelah musyawarah bersama orang tua selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian Malam Bina Iman dan Taqwa.

Berbagai kegiatan keagamaan dilaksanakan, mulai dari pembacaan Al-Qur’an, tausiyah keagamaan, dzikir dan doa bersama, shalat berjamaah, pembinaan akhlak, hingga kegiatan refleksi diri bagi para santri.

Malam itu terasa berbeda. Dalam suasana yang tenang dan damai, para santri berkumpul bersama para pembimbing. Cahaya malam yang teduh menjadi saksi bagaimana anak-anak penghafal Al-Qur’an tersebut mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika para santri diajak untuk merenungkan perjuangan dan pengorbanan kedua orang tua.

Para santri diingatkan bahwa di balik langkah mereka menuju Rumah Tahfidz, ada orang tua yang terus berjuang, bekerja, berdoa, dan berharap agar anak-anaknya menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an.

Dalam suasana yang hening, para pembimbing kemudian mengajak seluruh santri untuk menundukkan hati dan memanjatkan doa untuk kedua orang tua.

Doa dipanjatkan agar Allah SWT memberikan kesehatan, umur yang panjang, rezeki yang luas, keberkahan hidup, serta mengampuni segala dosa kedua orang tua.

Suasana pun berubah menjadi penuh haru.

Sejumlah santri terlihat meneteskan air mata. Tangisan itu bukan karena kesedihan, tetapi menjadi ungkapan hati ketika mereka mengingat kembali perjuangan ayah dan ibu yang selama ini mungkin belum sepenuhnya mereka sadari.

Ada yang menundukkan kepala, ada yang mengusap air mata, dan ada pula yang memeluk teman di sampingnya.

Momen tersebut menjadi pelajaran penting bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang menghafal ayat demi ayat, tetapi juga tentang membangun akhlak, menghormati orang tua, dan menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai jalan menuju keberkahan hidup.

Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Karimun terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan santri dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian mereka.

Melalui kegiatan MABIT, para santri diberikan ruang untuk belajar lebih dekat tentang arti kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, ibadah, persaudaraan, serta pentingnya berbakti kepada kedua orang tua.

Darusshofa bukan sekadar tempat belajar Al-Qur’an. Darusshofa diharapkan menjadi tempat tumbuhnya generasi Qur’ani yang memiliki ilmu, akhlak, dan hati yang dekat kepada Allah SWT.

Kegiatan MABIT juga menjadi pengingat bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Rumah tahfidz, pembimbing, dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi dalam mengantarkan anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.

Malam semakin larut, namun semangat para santri tetap terasa. Di penghujung kegiatan, doa kembali dipanjatkan agar setiap ayat Al-Qur’an yang mereka hafalkan menjadi cahaya dalam kehidupan, menjadi amal bagi mereka dan kedua orang tua, serta menjadi jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat.

Dari Darusshofa untuk generasi Qur’ani.

Semoga setiap langkah kecil para santri dalam mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an menjadi perjalanan besar menuju ridha Allah SWT, serta menjadi hadiah terindah bagi kedua orang tua yang telah berjuang dan mendoakan mereka.

Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Karimun
Menanamkan Al-Qur’an, Membentuk Akhlak, Membangun Generasi Qur’ani.

DNMEDIA.MY.ID (R/PIAN)