Suara Warga Bengkong-Batu Ampar Disuarakan di DPRD Batam, Ruslan Sinaga Soroti Krisis Air Bersih dan Minimnya Kesempatan Kerja bagi Warga Lokal

Terkini 31 Aug 2026 20:20 • 3 min read • 176 views • By Pn22
Suara Warga Bengkong-Batu Ampar Disuarakan di DPRD Batam, Ruslan Sinaga Soroti Krisis Air Bersih dan Minimnya Kesempatan Kerja bagi Warga Lokal
Suara Warga Bengkong-Batu Ampar Disuarakan di DPRD Batam, Ruslan Sinaga Soroti Krisis Air Bersih dan Minimnya Kesempatan Kerja bagi Warga Lokal

DNMEDIA BATAM — Keluhan masyarakat di wilayah Bengkong dan Batu Ampar kembali mendapat perhatian di DPRD Kota Batam. Dua persoalan yang menyentuh langsung kehidupan warga, yakni krisis air bersih dan sulitnya masyarakat lokal memperoleh kesempatan kerja, menjadi sorotan Anggota DPRD Kota Batam dari daerah pemilihan Bengkong-Batu Ampar, Ruslan Sinaga.(31/08/2026)

Ruslan Sinaga dari Fraksi Hanura-PSI-PKN menilai persoalan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang setiap hari dirasakan masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah kondisi pasokan air bersih di wilayah Bengkong dan Batu Ampar. Ruslan mengaku menerima banyak keluhan warga terkait distribusi air yang belum berjalan normal.

Bahkan, berdasarkan keluhan yang diterimanya, terdapat warga yang menyampaikan bahwa air tidak mengalir hingga sekitar satu bulan. Kondisi tersebut tentunya sangat menyulitkan masyarakat karena air merupakan kebutuhan utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Warga, kata Ruslan, berulang kali mempertanyakan kapan pasokan air dapat kembali normal. Ia berharap persoalan tersebut tidak hanya menjadi bahan laporan, tetapi segera mendapatkan penanganan konkret dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Ruslan pun meminta organisasi perangkat daerah terkait meningkatkan koordinasi dan pengawasan agar persoalan pelayanan dasar masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

“Ini kebutuhan dasar masyarakat. Ketika air tidak mengalir dalam waktu yang lama, tentu masyarakat sangat kesulitan. Keluhan seperti ini harus kita perjuangkan agar ada solusi,” tegasnya.

Selain persoalan air bersih, Ruslan juga mengangkat masalah kesempatan kerja bagi warga lokal. Ia menilai masyarakat yang tinggal dan menetap di Batam harus mendapatkan peluang yang layak untuk ikut menikmati pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri di daerah tersebut.

Menurutnya, pesatnya perkembangan investasi dan dunia usaha di Batam harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai keberadaan perusahaan dan pertumbuhan industri justru belum mampu memberikan kesempatan yang cukup bagi masyarakat lokal.

Karena itu, Ruslan meminta pemerintah melalui organisasi perangkat daerah terkait meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan, terutama dalam persoalan ketenagakerjaan dan pemenuhan hak-hak pekerja.

Ia berharap proses perekrutan tenaga kerja dapat berjalan secara terbuka dan memberikan ruang yang adil bagi masyarakat lokal yang memiliki kemampuan serta memenuhi persyaratan.

“Pembangunan harus bisa dirasakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton ketika perusahaan dan investasi berkembang di daerahnya sendiri. Mereka juga harus mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ruslan menegaskan, sebagai wakil masyarakat dari daerah pemilihan Bengkong-Batu Ampar, dirinya akan terus menyampaikan berbagai aspirasi yang diterima dari warga.

Baginya, tugas anggota DPRD bukan hanya membahas kebijakan, tetapi juga memastikan berbagai persoalan masyarakat mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait.

Sementara itu, menanggapi persoalan krisis air bersih yang disampaikan dalam pembahasan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah mengatakan persoalan tersebut akan dilaporkan kepada Wali Kota Batam untuk kemudian diteruskan dan dikoordinasikan dengan BP Batam.

Langkah koordinasi tersebut diharapkan dapat menjadi jalan keluar atas persoalan pasokan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Ruslan berharap tindak lanjut tersebut tidak berhenti pada koordinasi antarlembaga. Ia mendorong adanya langkah nyata sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh pelayanan air bersih secara normal.

Ia juga berharap pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap dunia usaha agar keberadaan perusahaan di Batam memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya warga lokal.

Krisis air bersih dan persoalan lapangan kerja, menurut Ruslan, merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang harus terus diperjuangkan. Ia ingin pembangunan Kota Batam tidak hanya terlihat dari pertumbuhan investasi dan industri, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakatnya.